Perseroan resmi didirikan pada 4 September 1991 dengan nama PT Intan Baruprana Finance, menandai awal perjalanan perusahaan di industri pembiayaan nasional.
Perseroan resmi didirikan pada 4 September 1991 dengan nama PT Intan Baruprana Finance, menandai awal perjalanan perusahaan di industri pembiayaan nasional.
Pada 14 Februari 2003, PT Intraco Penta Tbk melalui PT Inta Finance dan Koperasi Karyawan PT Intraco Penta Tbk menjadi pemegang saham Perseroan, memperkuat posisi perusahaan dalam struktur grup.
Perseroan memperluas portofolio usahanya dengan memasuki sektor pembiayaan berbasis prinsip syariah pada 8 April 2010.
Phillip Asia Pacific Opportunity Fund, Ltd resmi menjadi pemegang 9,71% saham Perseroan pada 15 Agustus 2013, menambah kepercayaan investor terhadap Perseroan.
Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode IBFN pada 22 Desember 2014, membuka babak baru sebagai perusahaan publik.
Pada 22 September 2017, Perseroan menjadi Termohon PKPU atas pengajuan salah satu kreditur, menghadirkan tantangan besar dalam perjalanan usaha.
IBF memperoleh homologasi atas proposal perdamaian pada 10 April 2018 dan memperkuat permodalan melalui PMTHMETD serta PMHMETD I. Pada periode ini, PT Northcliff Indonesia juga masuk sebagai pemegang saham baru.
Perseroan berhasil mencatat perbaikan signifikan pada kinerja operasional dan finansial sepanjang tahun 2019.
Perseroan menerima persetujuan relaksasi dari para kreditur dengan ditandatanganinya Perubahan Perjanjian Perdamaian pada 25 November 2020.
Perseroan mengalami restrukturisasi besar, termasuk pencabutan izin usaha pembiayaan oleh OJK, pengembangan lini bisnis baru, dan perubahan nama menjadi PT Intan Baru Prana Tbk.
Perseroan resmi mengubah kegiatan usahanya dari perusahaan pembiayaan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang alat pengangkutan komersial, menandai fase penting dalam transformasi bisnis IBP.
Perseroan memperluas cakupan bisnis dengan memasuki sektor penyewaan alat berat, terutama truk hauling, sebagai langkah diversifikasi strategis untuk memperkuat daya saing di industri alat berat dan jasa pertambangan.
Perseroan mendapatkan bisnis baru untuk penyewaan alat-alat berat di site PT Darma Henwa, Petrosea, dan PT Mitra Stamina Prima untuk menjaga kelangsungan usaha perseroan.