Intan Baru Prana Genjot Pertumbuhan Berkelanjutan

17 NOV 2025
SIARAN PERS

Daftar Isi

Jakarta, 17 November 2025 – Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) atau selanjutnya disebut “Perseroan”, terus menjaga konsistensi kinerja guna mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Konsistensi tersebut tercermin dari peningkatan pendapatan Perseroan, di mana per September 2025 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp143,79 miliar, meningkat sangat signifikan, yaitu sekitar 807%, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 yang sebesar Rp15,85 miliar. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator perbaikan kinerja operasional Perseroan sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama Perseroan, Petrus Halim, mengatakan bahwa konsistensi pertumbuhan Perseroan tidak lepas dari peningkatan produktivitas armada, penguatan efisiensi operasional, serta selektivitas dalam menjalankan proyek-proyek penyewaan alat berat. Langkah-langkah tersebut telah mendukung terciptanya kinerja yang lebih solid dan berkelanjutan sepanjang tahun 2025.”

“Saat ini Perseroan terus mengembangkan kerja sama di bidang rental alat berat. Perseroan telah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan besar, antara lain PT Darma Henwa Tbk, PT Mitra Stania Prima, dan PT Petrosea Tbk,” ujar Petrus Halim dalam Paparan Publik pada Senin (17/11/2025).

Petrus menegaskan bahwa ke depan Perseroan akan terus memperkuat strategi dalam menjalin kerja sama dengan mitra strategis yang memiliki kompetensi serta kapasitas finansial yang solid di sektor perdagangan alat pengangkutan komersial.

Selain itu, Perseroan juga berkomitmen menjaga hubungan jangka panjang dengan para pelanggan melalui penyediaan layanan purna jual yang komprehensif, termasuk dukungan konsultasi lapangan dan rekomendasi solusi alat pengangkutan komersial yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.

Adapun Perseroan mencatat sejumlah tantangan yang masih akan dihadapi ke depan. Salah satunya adalah persaingan yang semakin ketat di antara para penyedia jasa rental, khususnya dari pemain besar yang telah memiliki armada lebih lengkap serta jaringan operasional yang luas.

Selain itu, biaya operasional yang tinggi, meliputi perawatan unit, konsumsi bahan bakar, serta kebutuhan mobilisasi alat antar proyek, juga menjadi faktor yang perlu dikelola secara cermat. Tantangan lainnya adalah permintaan yang bersifat fluktuatif, bergantung pada kondisi ekonomi, musim, serta jadwal pengerjaan proyek baik dari sektor pemerintah maupun swasta.”

Perseroan juga menilai bahwa keterbatasan tenaga ahli termasuk operator berpengalaman serta teknisi alat berat bersertifikat di beberapa wilayah masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Selain itu, risiko kerusakan unit serta potensi keterlambatan pembayaran dari pelanggan turut menjadi faktor yang dapat mempengaruhi arus kas dan jadwal penyewaan alat.

Kendati demikian, Perseroan tetap bersikap optimistis dengan melihat berbagai peluang yang tersedia. Salah satunya berasal dari pertumbuhan proyek infrastruktur nasional maupun daerah, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan bendungan, yang diyakini akan mendorong permintaan terhadap layanan rental alat berat.

Selain itu, meningkatnya aktivitas pertambangan dan energi di wilayah Kalimantan serta daerah lainnya turut membuka peluang bagi pertumbuhan permintaan alat berat. Sektor perkebunan dan agribisnis juga diperkirakan memberikan kontribusi positif, mengingat kebutuhan alat berat untuk kegiatan pembukaan maupun perawatan lahan.

Di sisi lain, tren ‘sewa dibanding beli’ yang semakin berkembang di kalangan kontraktor dan pengembang menjadi potensi yang dapat menjaga keberlanjutan kinerja Perseroan. Perkembangan digitalisasi dan platform penyewaan berbasis digital juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi Perseroan. Selain itu, peluang kerja sama dengan pemerintah, BUMD, serta perusahaan-perusahaan besar lainnya menjadi ruang pertumbuhan yang terus dioptimalkan.

***

Tentang PT Intan Baru Prana Tbk [“Perseroan”]

Perseroan, dahulu bernama PT Intan Baruprana Finance Tbk adalah perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan alat pengangkutan komersial.  Perseroan didirikan pada tahun 1991 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas no.19 tanggal 04 September 1991.  Sejak tahun 2003 Perseroan menjadi bagian dari PT Intraco Penta Tbk (INTA Grup), suatu grup usaha yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam bidang industri alat-alat berat di Indonesia.

Di tahun 2023, dengan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham, Perseroan merubah lini bisnisnya dari perusahaan pembiayaan ke distributor alat berat dan rental alat berat.  Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha guna meningkatkan daya saing serta memperkuat perannya dalam industri alat berat dan jasa pertambangan.

Pemegang saham mayoritas Perseroan hingga 30 September 2025 adalah PT Intraco Penta Tbk sebesar 55,07 %, diikuti oleh PT Inta Trading sebesar 17,23%, kemudian Ferry Sudjono sebesar 6,64% serta masyarakat lainnya (kepemilikan masing-masing kurang dari 5%) sebesar 21,06%.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Yunita Rivianti Riyadi

Corporate Secretary

PT Intan Baru Prana Tbk

Telp : 021-4401408 ; 4408442

Email : corsec@ibf.co.id Website : www.ibf.co.id

Alamat : Jalan Raya Cakung Cilincing Km 3,5 Jakarta 14130

Tag
#IBP
Share